Sore tadi, g sengaja nonton suatu acara di TV One yang judulnya Backpacker. wew, surprise banget, karena terus terang acara ini seperti mewakili jiwaku. jiwa seorang yang senang berpetualang mengunjungi tempat-tempat menarik ataupun wilayah eksotis yang terlestarikan maupun yang belum terjamah. Jiwa seorang yang senang kebebasan untuk bisa berteman dengan alam sebagai salah satu pencarian jati dirinya ataupun proses menuju kedewasaan dalam menghadapi hidup.
Sebenarnya apa sih Backpacker itu? kl menurut pemahaman saya sih, backpacker itu orang yang melakukan suatu perjalanan baik solo maupun perkelompok kecil menuju ke suatu tempat dibelahan ataupun sudut-sudut indah bumi Allah ini, mereka berkarakteristik membawa backpack (tas punggung) dan dalam pegembaraannya berusaha meminimalkan cost pengeluaran sekecil mungkin (baca:hemat). untuk lebih jelasnya bisa di lihat di situs Indobackpacker.
Acara yang saya tonton sore tadi makin mengobarkan semangat saya untuk berpetualang ala backpacker. Saya senang berpetualang karena saya besar di suatu wilayah yang indah dengan alamnya. dengan danaunya yang indah yang memberikan penghidupan bagi makhluk hidup yang ada, dengan jejeran megah pegunungan yang ditumbuhi pohon-pohon rindang berdaun lebat nan hijau yang jika di lihat dari kejauhan berwarna biru. Nama kota indah itu adalah Sorowako.
Pernah saat SMP, saya menaiki sebuah gunung bersama seorang teman. gunung itu sama sekali bukan gunung umum untuk hiking. Bermodalkan parang tumpul buatan ayahku yang sudah berkarat karena sudah tak dipakai lagi yang ku curi dari gudang, dua bungkus indomie dan air mineral yang di masukkan di dalam backpack serta sebuah radio FM mirip walkman yang antenanya hampir patah dan untuk menahan kedua batrenya harus menggunakan lakban hitam. Menuju ke puncak kami terlebih dahulu harus mengendap masuk ke bandara dan melintasi lajur pesawat. sambil menunduk berlari dan tetap awas melihat satpam penjaga bandara.
Setelah lolos, saya harus melewati lumpur-lumpur merah yang mengandung nikel, sehingga seringkali alas kaki kami yang berupa sandal jepit merk Swallow tertancap dalam ke dalam lumpur. kadang sendal itu putus karena sandal usang dengan lobang karetnya yang sudah longgar, dan kami pasang kembali ke dalam lobang longgar itu.
Menaiki gunung yang agak gundul harus melewati semak-semak belukar berupa tanaman mirip tebu atau bambu yang tingginya melebihi tinggi kami, dan harus tetap waspada agar tidak terlihat orang dari bawah gunung. karena jika ketahuan bakal runyam urusannya, karena gunung yang kami naiki merupakan kawasan perusahaan tambang yang ada di kotaku. melewati semak, dan bersanding jejak dengan tapak-tapak babi hutan yang masih basah dan kelihatan baru. selalu waspada dengan parang ditangan menjaga kalo bertemu dengan babi liar.
Sampai dipuncak, kami duduk dibatu batu besar berwarna kuning kecoklatan, warna khas daerahku karena kandungan nikelnya. kepuasan yang amat sangat dalam jiwa petualang kami. sambil mendengarkan FM dengan radio usang, makan indomie kering dengan campuran bumbu yang mencapai klimaks kenikmatan ketika mie kering itu hampir habis karena bumbu petsin yang berkumpul di dasar bungkus. dan tentunya sambil menikmati keindahan kota Sorowakoku dengan hamparan danaunya yang luas.
Setelah puas di tengah terik kami akan pulang, namun sebelum pulang kami telah menancapkan sebuah bendera berwarna kuning yang merupakan robekan bagian dalam tasku. dan gunung itu kami namakan Gunung Abat (A= Achal, nama temanku dan Bat= Batara, namaku). Bendera itu bisa kami lihat dari bawah gunung disekitar pertamina Sorwako. sampai satu tahun berlalu kami masih melihat bendera itu, selang kami lupa karena waktu bendera itu tak tampak lagi. apa sudah roboh karena hujan dan tertiup angin kencang. ntahlah….. dan sayapun tak tau kapan saya akan naik ke gunung itu lagi.
Itulah pengalaman pertamaku sebagai bakcpacker, walopun ketika itu saya tidak tau apa backpacker itu. hehe… Dan saat ini, dan setelah ini, saya berencana untuk mengelilingi Indonesia Rayaku ini. ketempat-tempat terindah terutama tempat-tempat yang memiliki pantai indah dan tentunya sebagai Backpacker. Tapi sebelum itu saya ingin melepas rindu dulu dengan kota Sorowako ku. bermain di danau, duduk didermaga pada waktu sore. kemping ke matano, memetik mangga dan rambutan di Nuha. wuih…dan banyak lagi.
Kita nantikan saja…..
Wah sebuah petualangan yang mengasyikkan ditemani bekal seadanya. . . Hobi yang sama semoga menjadi awal perkenalan yang baik. Salam Kenal.
salam kenal kembali.
mari terus menikmati alam dengan mencintai dan bersyukur ^^
salam kenal bro, kalau ada waktu bisa kunjungi blogku mohon saran tentang perjalananku ke thailand, trims
salam kenal kembali bro.
wah, kl udah jalan ke Thailand. ngapain saya ngasih saran nih. saya yang harusnya dapat saran. hehehe *soalnya belum pernah ke thailand ^^
blognya bagus mas, saya juga mempunyai hobi yang sama yaitu berpetualang dengan budget yg sangat minim tapi saya lebih senang menyebut diri saya THE NEKAD TRAVELLER
karena sekarang ini orang bepergian ke suatu tempat dengan hanya menggunakan tas ransel saja sudah berani menyebut diri mereka sebagai Backpacker
anyway…blognya izin saya link ya, makasih
sip. saya link juga blognya. salam nekad traveller.